Rabu, 29 Juni 2011

Teori Arsitektur dan Ilmu Pengetahuan

Defenisi Teori dalam Ilmu Pengetahuan Teori secara umum memiliki banyak arti. Beberapa pengertian dan fungsi teori antara lain adalah merupakan pengetahuan ilmiah yang mencakup penjelasan dari sebuah disiplin keilmuan ( misalnya, dalam ilmu fisika : tentang teori Realitas Einstein dan dalam ilmu ekonomi Makro dan Mikro. Seperangkat proposisi yang integrasi secara sintakksis yaitu : mengikuti aturan tertentu yang dihubungkan secara logis satu dengan yang lainnya dengan data dasar yang dapat diamati )  dan berfungsi sebagai wahana untuk meramalkan dan menjelaskan fenomena yang diamati. suatu sistem tentang ide atau gagasan atau pernyataan ( berupa skema mental ) yang diyakini dapat menerangkan dan menjelaskan suatu fenomena atau gejala atau sekelompok gejala, baik yang telah diuji maupun tampa di uji ( idealnya menggunakan pengujian metode ilmiah ) Sebagian Ahli mengatakan bahwa pada hakekatnya teori-teori bukanlah pernyataan-pernyataan yang obsolut benar melainkan kebenaran yang bermanfaat dalam kurun waktu tertentu. Teori-teori yang berupa spekulasi yang sampai saat ini tidak dapat ditolak kebenarannya dan memiliki manfaat bagi kehidupan kita, kita anggap sebagai pengetahuan yang sahih, kalaupun nantinya terbukti tidak benar, bagi kita tidak terlalu penting selama masih mempunyai manfaat. oleh karna itu pengetahuan sebetulnya tidak dilandasi oleh teori melainkan paradigma. Pembenaran Teori Dalam Mendukung Ilmu Pengetahuan Suatu Teori haruslah ditunjang secara luas oleh pembenaran dengan pembenaran yang akurat dan dapat diuraikan secara lebih rinci. Dengan kata lain teori merupakan pernyataan yang terbukti kebenarannya. pembenaran pernyataan tersebut , yaitu induksi-deduksi dan falsifikasi. Induksi- Induksi Pembenaran melalui induksi-induksi menyatakan teori dihasilkan dalam suatu proses yang dimulai dari suatu masalah. Gejala yang mewakili permasalahan itu mula-mula mulai diamati, hasilnya kemudian dinyatakan sebagai sebuah kesimpulan umum ( induksi). dari situ kemudian dilakukan penalaran untuk menghasilkan sebuah kesimpulan akhir itulah kemudian yang dinamakan Teori. makin banyak teori semakin maju ilmu pengetahuannya. begitulah yang dianut sebagian ilmuan besar sampai sekarang. pandangan itu disebut naive inductivism Falsifikasi Pengamatan memerlukan teori awal yang berawal dari titik tolak lain yaitu prakiraan/praduga sifatnya spekulatif ini tidak sembarangan karna dilandasi oleh logika. beberapa teori terbukti dengan pengamatan, walaupun sebagian tidak.namun sebuah teori perlu dilakukan dengan pengamatan karena teori itu harus dikemukakan. Dalam hal ini teori teori dapat dibuktikan kebenarannya dengan penalaran terbalik. pembuktian ini disebut falsifikasi Paradigma Teori dalam ilmu pengetahuan masih mutlak keberadaannya. padahal keberadaannya sebuah teori dalam status apapun ditentukan oleh pemakainya yaitu masyarakat ilmuan ( Community of interest ) didalam sebuah paradigma terdapat sebuah ( a.) teori yang belum terbukti  (b ) teori yang sudah terbukti tidak dapat difalsifikasikan namun belum terbukti melalui pengamatan (c) teori yang sudah terbukti tidak dapat difalsifikasikan tapi terbukti dengan pengamatan dimulai dari pra pengetahuan , priode anomali, priode normal dan seterusnya. by : ale referensi : buku teori arsitektur

0 komentar:

Poskan Komentar