Jumat, 11 November 2011

Arti Dan Makna Ukiran Toraja


Siapa sih yang tak kenal Ukiran Toraja ???.tentu kita semua tau, bahkan orang asing pun telah mengenal ukiran Toraja yang banyak menghiasi rumah adatnya bahkan peralatan-peralatan rumah tangga, seperti pada kain, sarung dan lain-lain. 
J.S. SANDE 1988 Dalam bukunya menyatakan bahwa ukiran Toraja mengandung arti dan nilai-nilai kehidupan yang berhubungan erat dengan falsafah hidup orang Toraja. Ukiran Toraja umumnya berupa nasehat-nasehat agar menjalani hidup ini dengan baik dan benar, selalu bekerja keras, saling menghargai serta senantiasa membina persatuan dan kekeluargaan serta ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Arti dan makna ukiran Toraja dijelaskan sebagai berikut:

Pa’Barre Allo ( sang pencipta )
Berasal dari Bahasa Toraja, yaitu Barre: Bulatan atau Bundaran dan Allo: Matahari. Pa’Barre Allo berarti ukiran yang menyerupai matahari yang bersinar terang, memberi kehidupan kepada seluruh mahluk penghuni alam semesta. Ukiran ini diletakkan pada bagian rumah adat yang berbentuk segitiga dan mencuat condong keatas yang dalam bahasa Toraja disebut Para Longa, dan di letakkan di bagian belakang dan depan Rumah adat. Ukiran ini biasa diletakkan diatas ukiran Pa’Manuk Londong


Ne’ Lingbongan
Sedangkang menurut arti katanya Limbong berarti danau atau sumber air yang tidak pernah kering, memberi kehidupan dan kesegaran bagi manusia, flora dan fauna di lingkungan sekitarnya. Ukiran ini bermakna bahwa orang Toraja bertekad memperoleh rexeki dari empat penjuru mata angin (utara, timur, barat, dan selatan) bagaikan mata air yang bersatu dalam satu danau dan memberi kebahagiaan kepada keturunannya.
 

Pa’ Ulu Karua ( kepala delapan)
Berasal dari dua kata (Toraja) yaitu Ulu: Kepala, dan Karua: Delapan. Menurut mitos, Toraja dahulu kala ada delapan orang Toraja yang masing-masing menurunkan ilmu pengetahuan menyangkut kehidupan ini. Kehidupan orang ini diciptakan oleh Puang Anggemaritik (Puang Matua atau Tuhan) dalam sebuah puputan kembar ajaib dan masing-masing di karunia Ilmu pengetahuan yang berbeda-beda. Makna ukiran ini adalah orang Toraja mengharapkan dalam rumpun keluarga mereka, muncul orang yang memiliki ilmu yang tinggi dan berguna untuk kepentingan masyarakat.


Pa’ Talinga ( telinga )
Talinga Artinya telinga. Telinga adalah salah satu alat indra manusia yang berfungsi untuk mendengar. Maknanya adalah agar semua hal yang kita dengar, baik dan buruk dapat memberi hikmah dan pelajaran dalam mengarungi kehidupan ini


 Pa’Re’po Sangbua
Berasal dari dua kata (Toraja) yaitu : Re’po : Menari lincah sambil melipat lutut membentuk siku-siku, Sangbua : Tunggal.  Ukiran ini berupa garis siku-siku serong yang berlapis-lapis yang membentuk satu kesatuan. Bentuk ukiran ini biasanya pada lumbung disekeliling balok pelintang tumbuan dinding yang dalam bahasa Toraja disebut Samborinding
Ukiran ini melambangkan kebersamaan dan kegotong-royongan masyarakat Toraja. Segala sesuatu jika dikerjakan bersama pasti menjadi lebih mudah, lancar dan Ringan.









 





0 komentar:

Poskan Komentar