Minggu, 26 Juni 2011

Kisah Penjual Buah

Cerita ini sebenarnya adalah cerita teman juga sih, waktu aku masih duduk di bangku kelas 2 SMU dulu,  teman aku yang namanya Rahman bercerita tentang kisah penjual buah-buahan yang dihukum oleh raja , entah itu betul atau tidak, aku hanya mendengarkan saja cerita itu. Ia bercerita begini katanya dengan seriusnya dia bercerita " katanya. "Dulu pada Zaman kerajaan Majapahit dijalan-jalan disekitar kerajaan itu di penuhi penjual buah-buahan yang ramai berdagang sehingga membuat macet dan agak jorok oleh sampah dagangan para penjual. Pada suatu hari raja dan panglima berjalan-jalan mengitari kerajaan itu dan ia sangat marah karena jalan macet dan sampah dibiarkan berserakan dijalan. sesampainya di Istana Sang Raja
memerintahkan Panglima untuk membuat pengumuman untuk melarang para pedagang mejual di jalan, kemudian Panglima itu bersama para pengawal kerajaan memasang spanduk bertuliskan BARANG SIAPA YANG BERJUALAN DISINI AKAN DI HUKUM BERAT DENGAN MEMASUKKAN BARANG DAGANGANNYA DI ANUSNYA.

Melihat spanduk itu sontan semua pedagang sangat ketakutan. keesokan harinya, tidak biasanya tampak terlihat sepi hanya ada 3 orang pemuda yang kelihatan masih berdagang. prajurit kerajaan yang melihat ketiga pemuda tersebut ternyata penjual  penjual LANGSAT, penjual SALAK, dan penjual DURIAN. kemudian ketiga pejual buah tersebut  ditanggkap oleh prajurit kerajaan dan dibawa  ke ruang sidang untuk diadili berdasarkan pelanggarannya.dengan pasrah dan gemetar ketiga penjual itu akhirnya dijatuhi hukuman berdasarkan hukuman yang telah di pasang dispanduk itu. kemudian panglima kerajaan itu memanggil para Algojo untuk menghukum mereka bertiga, katanya" hei pedangan taukah kamu apa pelanggaran dan hukumam yang akan kuberikan ? ketiga pemuda tersebut menjawab" Ia pak, kami tau tapi kami berjualan karena butuh makan pak ". Ah,tidak ada alasan Pokoknya kalian akan saya hukum" kata Algojo itu. kemudian Algojo-algojo itu mengikat tangan mereka dengan barang bukti jualan mereka. setelah tangan mereka diikat kemudian Algojo itu membuka celana pedagang Langsat, dan memasukkannya kedalam anus penjual langsat. penjual langsat menjerit kesakitan sambil menangis tersedu-sedu, melihat kenyataan itu penjual salak dan durian  hanya pasrah dan berdoa. Kini tiba giliran penjual salak yang akan di hukum, kemudian Algojo kedua maju membuka celana penjual salak. Tapi anehnya ia bukannya takut atau gemetar, malah ia tertawa cengegesan, melihat kelakuan penjual salak, panglima dan para Algojo kaget. Kemudian Algojo bertanya kepada penjual salak. katanya" hei kamu kenapa tertawa, apa hukuman ini terlalu ringan buatmu? sambil tertawa penjual salak  itu menjawab, hahaha.... aku cuma kasian sama penjual Durian" ungkapnya. setelah temanku mengakhiri ceritanya spontan saja aku tertawa tertawa terbahak- bahak...
by : ale

0 komentar:

Poskan Komentar