Kamis, 23 Juni 2011

Rileks Dikit ah"

Klo sudah Besar Mau Jadi apa nak ?
 Seorang ibu bertanya kepada anaknya yang berusia 6 tahun,
“Kamu nanti kalau sudah besar mau jadi apa nak?”
Dengan semangatnya sang anak menjawab, “Aku mau jadi polwan bu.”
Dengan tegas ibunya menjawab, “Tidak boleh!”
Si anak merasa heran lalu mengganti jawabannya, “Kalau tidak boleh aku mau jadi peragawati saja bu.”
Kini si ibu semakin marah, “Apa-apaan kamu, masa mau jadi peragawati. Tidak boleh!”
Si anak mulai merasa takut, lalu menjawab dengan gemetar, “Kenapa semua tidak boleh bu, apa aku cuma boleh jadi ibu rumah tangga saja?”
Si ibu sekarang tidak marah lagi. Namun ia menangis dan memeluk anaknya dan berkata, “Karena kamu laki-laki, Bambang!!”

Klo Kamu Sebesar Ibu apa Yang Kamu Lakukan nak?

Terjadi percakapan antara bapak gajah dan anak gajah.
Bapak: “Nak, ibumu sangat cantik. Bapak dulu berusaha dengan susah payah merebut hatinya, karena dia selalu jual mahal..”
Anak: “Aku juga cantik kan, Yah?”
Bapak: “Ya, iya dong, kamu mirip ibumu. Lalu, apa yang akan kamu lakukan gadis kecilku bila kamu sebesar ibumu?”
Anak: “Diet, Yah…”

Surga Dibawah Telapak Kaki Ibu

 Seorang anak bertanya kepada Ibunya.
“Bu, kenapa surga ada dibawah telapak kaki Ibu?”
Ibunya menjawab:
“Kalau diantara kedua paha Ibu, itu surganya Bapakmu nak..”

 Ujian Susulan  Empat Mahasiswa

Ada 4 orang mahasiswa yang kebetulan telat ikut ujian semester karena bangun kesiangan.
Mereka lantas menyusun strategi untuk kompak kasih alasan yang sama agar dosen mereka berbaik hati memberi ujian susulan.
Mahasiswa A: pak, maaf kami telat ikut ujian semester
mahasiswa B: iya pak. Kami berempat naik angkot yg sama dan ban angkotnya meletus.
Mahasiswa C: iya kami kasihan sama supirnya. Jadinya kami bantu dia pasang ban baru.
mahasiswa D: oleh karena itu kami mohon kebaikan hati bapak untuk kami mengikuti ujian susulan.
Sang dosen berpikir sejenak dan akhirnya memperbolehkan mereka ikut ujian susulan.
Keesokan hari ujian susulan dilaksanakan, tapi keempat mahasiswa diminta mengerjakan ujian di 4 ruangan yg berbeda. “Ah, mungkin biar tidak menyontek,” pikir para mahasiswa. Ternyata ujiannya cuma ada 2 soal. Dengan ketentuan mereka baru diperbolehkan melihat dan mengerjakan soal kedua setelah selesai mengerjakan soal pertama.
Soal pertama sangat mudah dengan bobot nilai 10. Keempat mahasiswa mengerjakan dengan senyum senyum.
Giliran membaca soal kedua dengan bobot nilai 90. Keringat dingin pun mulai bercucuran.
Di soal kedua tertulis:
“Kemarin, ban angkot sebelah mana yang meletus?”

Jenderal dan Anak Kecil
Ketika pesawat sedang bersiap untuk take-off, seorang anak 5 tahun marah-marah dengan liar. Tidak peduli apa karena frustrasi, sang ibu mencoba menenangkannya, namun anak itu terus berteriak keras dan menendang kursi di sekelilingnya.
Tiba-tiba, dari bagian belakang pesawat, seorang pria tua dengan seragam Jendral Angkatan Udara terlihat perlahan-lahan berjalan ke depan, menghentikan ibu yang bingung dengan tangan terangkat. Berambut putih, sopan, Jendral bersuara lembut itu membungkuk ke bawah, menunjuk ke arah dadanya, berbisik sesuatu ke telinga anak itu.
Seketika, anak itu tenang, dengan lembut memegang tangan ibunya, dan secara tenang mengikatkan sabuk pengamannya. Semua penumpang lain bertepuk tangan secara spontan.
Perlahan-lahan Jendral itu berjalan kembali ke tempat duduknya, dan salah satu petugas kabin menyentuh lengan bajunya. “Maaf, Jenderal,” tanya dia dengan tenang, “apakah saya bisa bertanya mantra ajaib apa yang digunakan pada anak kecil itu?”
Orang tua itu tersenyum tenang dan lembut mengaku, “Aku menunjukkan padanya wing pilot saya, bintang jasa, dan pita pertempuran, dan menjelaskan bahwa dengan tanda penghargaan itu saya berhak untuk memilih dan membuang salah satu penumpang keluar dari pesawat.”
sumber : http://gudanghumor.com

 Pengusaha dan Gelandangan
Sore itu, seorang pengusaha sedang mengendarai limousinnya ketika ia melihat dua org sedang makan rumput di tepi jalan. Ia memerintahkan sopirnya berhenti dan keluar dari mobil.
“Mengapa kalian makan rumput?” tanyanya.
“Kami tidak punya uang buat beli makanan,” jawab yang seorang.
“Oh, kalau begitu kamu ikut aku,” perintah si pengusaha.
“Tapi pak, saya punya istri dan dua orang anak!”
“Bawa mereka juga!” jawab nya. Lalu menunjuk org 1 nya, “kamu juga ikut aku..”
“Tαρĭ Pak, anak saya enam!” kata orang kedua.
“Bawa mereka juga!”, jawab nya sambil menuju ke limousinnya.
Mereka semua masuk ke mobil dgn susah payah dan berdesak desakan ( padahal limousin sudah termasuk mobil besar loh… ).
Dlm perjalanan, salah 1 gelandangan berkata, “Pak, Anda org yg sangat baik hati.. Terima kasih telah bersedia membawa kami semua bersama Anda.”
Jawab si pengusaha, “Jangan khawatir… rumput di rumah saya hampir setengah meter tingginya, kalian bisa melahap dgn leluasaa…”.
Serentak semua gelandangan pingsan..!!

Malam Bisa Isi Pulsakah?

Perkembangan jaman di era teknologi ini, membuat pasangan suami istri mengubah bahasa kode untuk hubungan intimnya. Yaitu dengan kata: “Isi Pulsa”
Maka terjadilah obrolan seperti ini.
Suami: “Mam malam ini bisa isi pulsakah..?? “
Istri: “Maaf ya pap, pulsa masih penuh.”
Malam ke 2.
Suami: “Bisa isi pulsa gak mam.??”
Istri: “Maaf ya pap lowbat nih.”
Malam ke 3.
Suami: “Isi pulsa yuk?”
Istri: “Nggak bisa pap, ga ada sinyal.”
Suamipun tidak lagi menawarkankan pulsa.
Malam ke 4….. Diam
malam ke 5 …. Diam juga
Malam ke 6 …. Tetap diam
Malam ke 7
Gantian istrinya nanya: “Pap, jadi gak isi pulsanya nih??”
Suami: “Wah maaf mam… udah ganti provider yg banyak bonusnya dan gratis bicara sepuasnya… .

0 komentar:

Poskan Komentar