Sabtu, 30 Juli 2011

Penerapan Teori Dalam Arsitektur

Menurut Attoe (1979) teori tentang apakah sebenarnya arsitektur itu meliputi identifikasi variabel-variabel penting seperti : Ruang, Struktur atau proses-proses sosial masyarakat dengan pengertian bangunan seharusnya dilihat atau dinilai. Dalam menganjurkan cara-cara khusus untuk memandang arsitektur. Para ahli teoriseringkali mendasarkan pada Analogi-analogi. Umpamanya: kita diberi penjelasan tentang arsitektur dianggap suatu organik, atau ia merupakan bahasa atau mirip mesin. analogi seperti ini memberikan gambaran untuk ,mengatur tugas-tugas desain dalam tatanan hinarki, sehingga arsitek dapat mengetahui hal-hal mana yang pertama harus dipikirkan dan hal-hal mana dapat dibiarkan padatahap berikutnya dari proses perancangan.
Berikut ini beberapa analogiyang telah berulang-ulang digunakan oleh para ahli teori untuk menjelaskan arsitektur.(Attoe,1979):
  1.  Analogi Matematis. Beberapa ahli teori berpendapat bahwa ilmu hitung dan geometri merupakan dasar penting bagi pengambilan keputusan dalam arsitektur
  2.  Analogi Biologis. Bentuk lain dari analogi ini yang lebih khusus disebut biomorfik bentuk ini memusatkan perhatian pada proses pertumbuhan dan kemampuan pergerakan yang berkaitan dengan organisme. contoh: dari arsitektur ini adalah arsitektur organisnya F.L.Wright yang memiliki empat karakteristik : a. tumbuh dari dalam keluar selaras dengan keberadaanya dan tidak dapat diterapkan begitu saja. b. konstuksi terjadi dalam sifat bahan( misalnya kaca sebagai kaca, batu sebagai batu, kayu sebagai kayu, c. unsur bangunan selalu terpadu d. bangunan sebagai bangunan rakyat ( dibangun oleh masyarakat diatas tanah dengan peralatan mereka sendiri pada waktu, tempat, lingkungan dan tujuan.
  3. Analogi romantik. Ciri pokok arsitektur romantik ialah bersifat mengemban. arsitektur romantik mampu mendatangkan atau malancarkan tanggapan emosional dalam diri sipengamat.
  4. Analogi Lingustik, dimaksudkan bangunan mampu memberikan informasi kepada pengamat dangan salah satu dari ketiga cara.a. model tata bahasa: arsitektur dianggap sebagai kata-kata yang ditata menurut aturan b. model eksresionis: bangunan menjadi wahana arsitek untuk mengungkapkan sikap sang arsitek c. model semiotik( ilmu tentang tanda). suatu penafsiran tentang arsitektur menyatakan bahwa suatu bangunan merupakan suatu tanda menyampaikan informasi mengenai apakah ia sebenarnya dan apakah yang ia lakukan.
  5. Analogi Mekanik. Penegasan Le Corbusier bahwa sebuah rumah adalah sebuah mesin untuk dihuni memberikan contoh pengunaan analogi-analogi mekanis dalam arsitektur.
  6. Analogi Pemecahan Masalah. arsitektur adalah seni yang menuntut lebih banyak penalaran dari pada ilham, dan lebih banyak pengetahuan fakta dari pada semangat. Walaupun adakalanya disebut pendekatan rasionalis, logis, sistematik, atau parametrik.terhadap perancangan arsitektur.


0 komentar:

Poskan Komentar