Kamis, 07 Juli 2011

Eero Saarinen: Pandangan & Peranannya Terhadap Arsitektur

Eero Saarinen adalah  salah satu arsitek terkenal pada  jamannya. la cukup banyak menghasilkan karya yang sukses dan  fenomenal di  Amerika Serikat, walaupun  dia hanyalah seorang imigran Irlandia yang berimigrasi ke Amerika. Konsep yang mendasari karya-karya desainnya adalah bahwa .  "Arsitektur adalah kegemaran dan kesukaannya". Hal ini terungkap jelas dari pernyataannya bahwa  : "cintanya yang pertama adalah arsitektur dan kemudian baru istrinya ".Kemudian di kesempatan lain ia menyatakan pula bahwa  "Arsitektur adalah Seni yang baik dan indah". Eero Saarinen  adalah salah seorang arsitek kelompok "fungsionalis" , yang
menganut paham bahwa suatu bentuk selalu mengikuti fungsinya atau lebih dikenal dengan istilah "form follow function".  Kelompok arsitek "fungsionalis" ini muncul sejalan dengan kemajuan pesat teknologi, kebutuhan manusia akan ruang/ bangunan  serta ide-ide baru para tokoh arsitek tersebut. Aliran ini kemudian semakin mendunia seiring dengan meledaknya Revolusi Industri setelah Perang Dunia II usai. Menurut Charles Jencks, aliran yang mendasari konsep fungsionalis ini, adalah Self-Cosious yang sifatnya mempunyai kecenderungan :
mengikuti saja contoh desain yang telah ada, dengan keyakinan bahwa hal tersebut telah mengandung prinsip-prinsip aturan yang sifatnya lebih universal   terobsesi terhadap masa lalu serta  desain bangunan-bangunan sebelumnya, dengan gagasan bahwa hal ini mungkin menawarkan jenis kebijaksanaan duniawi para pendiri bangunan.
Dalam perkembangan selanjutnya, tradisi  aliran ini sering menunjukkan perhatiannya pada tindakan-tindakan yang  terlalu becermin pada diri sendiri, sehingga hal ini justru kemudian yang akan melumpuhkannya.  Sebagai akibat dari aliran fungsionalisme ini, perencanaan  bangunan-bangunannya sangat  dipengaruhi oleh dominasi operasi sistem struktur. Bangunan tidak berornamen, dan sebagian besar menggunakan bahan material pre fabrikasi. Sedangkan ciri-ciri dari bangunannya adalah :

1. kesederhanaan dalam bentuk dan bahan
2. kejujuran dalam mengekspresikan ide arsitek
3. kesederhanaan dalam mengekspresikan fungsi bangunan itu sendiri


Seperti halnya Le Corbusier, Mies dan arsitek-arsitek besar lainnya, EERO SAARINEN juga mempunyai pandangan tersendiri terhadap arsitektur. La merupakan sosok arsitek yang sangat kuat pendiriannya dalam mempertahankan hak untuk mengekspresikan diri  sendiri. la memandang arsitektur sebagai seni dan ekspresi
yang sangat pribadi,  ia merasa bahwa sesuatu itu harus mempunyai nilai  lebih dari sekedar apa adanya.
Namun  demikian dalam melaksanakan  pekerjaannya tidak sepenuhnya ia berangkat  dari pandangan itu. SAARINEN  selalu mempertimbangkan banyak hal, berusaha meninjau,  mempertimbangkan  dan merevisi kembali  apa yang  telah dikerjakannya sampai saat- saat terakhirnya. Secara personal ia merupakan sosok
yang sangat gelisah, ia selalu ingin bergerak, merubah  dan mencoba. The KresgeAuditorium merupakan rancangan bangunan yang  mempertimbangkan banyak faktor, masalah fungsi, penggalian teknologi, pengembangan struktur dan ekspresi. Apabila kita telusuri karya-karyanya dari mulai ia berpraktek sebagai arsitek yang mandiri (setelah kematian  ayahnya, 1950), sampai saat ia meninggal pada tahun 1961, kita dapat membagi perjalanan karier SAARINEN  ke dalam tahapan-tahapan sebagai berikut :
  1.  tahap dimana ia mendapat pengaruh besar dari Mies Van de Rohe.
  2.  tahap pencarian bentuk  baru, dimulai dengan penolakannya terhadap
     International Style 
  3.  tahap pematangan diri  
Dalam karya-karya  yang  pertama terlihat bahwa SAARINEN banyak dipengaruhi oleh vocabulary Mies, purism form, penggunaan material metal dan kaca. Hal ini bisa, dipahami, sebab pada  saat itu khususnya di Amerika gerakan arsitektur modern banyak didominasi  oleh Mies Van de Rohe  dengan arsitektur International Stylenya.( sebutan terhadap karya-karya Mies, Le Corbusier dan yang lainnya, pertama kali digunakan oleh Hitchok dan Johnson pada International Exhibition of Modern Architecture di New York, 1932). General Motor Technical Centre,  Michigan (1948-1956), adalah merupakan karya awal SAARINEN dimana dapat kita lihat jelas pengaruh Mies yang sangat besar pada rancangannya ini. Pengaruh Mies ini mungkin  ada hubungannya dengan keinginan. SAARINEN  menginterpretasikan pengertian  sebuah pusat teknik dan hubungannya dengan fast moving train teknologi.

Dengan kemampuan yang ada pada dirinya dia mencoba mengekspresikan keinginannya itu dan hasilnya adalah sebuah kompleks teknik yang terdiri dari 25 buah bangunan yang disusun mengelilingi  sebuah danau buatan, dengan bentuk bangunan yang bervariasi baik dalam bentuk dan ukuran. Semuanya menggunakan
material kaca, baja atau alumunium. Secara keseluruhan General Motor Technical Centre mengesankan  kecermatan dan produksi massal dari teknologi mesin. Dan dilihat dari  konsep penataan massa dan  skalanya, kompleks ini  lebih menekankan pada skala pergerakan kendaraan dibandingkan dengan skala pedestrian. 

The Kresge Chapel, Massachusetts Institute of Technology, Cambridge, Mass 1953-1956), dapat dikatakan sebagai usaha SAARINEN dalam mencari ekspresi bentuk baru dari karya desainnya, bahkan secara terang-terangan terlihat bahwa ini merupakan kritik SAARINEN langsung  terhadap gaya "rectilinearity” International
Style dan Miesian box.

The Kresge Chapel adalah sebuah  gereja kecil yang dibangun  dari material bata dengan bentuk melingkar seperti drum silinder. Rancangan bangunan ini lebih menekankan pada nilai - nilai ekspresif yang ditimbulkan pada desainnya. The Kresge Chapel ini bisa dikatakan  adalah merupakan titik tolak Eero SAARINEN 
dalam   mencari   bentuk    lain    yang  lebih  ideal   dari   karya   desainnya   atau  bahkan  merupakan  titik  tolak   pencarian   jati   diri.

Karya -  karya SAARINEN  selanjutnya  kemudian menunjukkan  bahwa ia semakin menjauh dari nilai - nilai fungsional estetik arsitektur layaknya  yang ditampilkan Inter-national Style
Bandar Udara Trans World Airlines (TWA), di Idlewild (  sekarang Kennedy)
New York (1956-1962) 
 
Terminal Trans World Airlines barangkali merupakan desain SAARINEN yang paling terkenal dengan ekspresi bangunan  yang luar biasa. la dengan  sengaja memberikan kesan dramatis pada rancangannya ini, seolah-olah bangunan ini bagai burung yang sedang melayang. Tampak dari keseluruhannya menampilkan gerakan lalu lintas yang konstan dari penumpang pesawat  udara. Struktur dasarnya terdiri dari  empat hubungan bidang lengkung tipis yang didukung oleh empat buah kolom beton berbentuk "Y" A

Bentuk bidang lengkung ini merupakan struktur cangkang beton yang berbentang lebar dengan ke tinggian bangunan ± 15 meter dan panjang bangunan ±95 meter, yang mewadahi/melingkapi keseluruhan ruangan penumpang di terminal. SAARINEN  dan konsultan engineernya ( Amman & Whitney)  meletakkan
bentuk dasar dari lengkungan dalam desainnya untuk seluruh ruangan yang ada di luar maupun di dalam bangunan dengan hasil terminal menjadi satu dengan struktur yang tampil ekspresif  sesuai dengan teknologi pada  masa itu. Penataan bentuk ruangan  yang dinamis ini memberikan vista yang berbeda-beda pada bangunan, dengan tidak melupakan fungsinya sebagai airport. Di dalam terminal ini, kemudian digunakan banyak  peralatan-peralatan modern untuk mengatur sistem  aliran sirkulasi penumpang di dalamnya. Salah satunya adalah sistem baru berjalan untuk aliran penumpang dan barang antara terminal dengan pesawat udara. Bangunan bentang lebar ini menggunakan tirai anti udara panas untuk menahan radiasi panas matahari masuk ke dalam ruangan sebagai pengganti bukaan bangunan. Karya-karya spektakuler SAARINEN lainnya  sepert David S. Ingalls Hockey Rink (New Heaven, Connecticut 1956-59), dan  Dulles International  Airport
(Washinton DC 1956-62), serta  Bandara Trans World  Airlines (New York, 1956-1962), telah menunjukkan bahwa SAARINEN adalah merupakan salah satu arsitek Amerika generasi kedua yang dianggap cukup panting.

Salah satu yang dianggap merupakan kekurangan dari EERO SAARINEN dan sering menjadi bahan kritikan para pengamat arsitektur, yaitu  selama karirnya sebagai arsitek, dalam melaksanakan proses perancangannya ia umumnya tidak pernah berpegang secara konsisten pada  suatu aturan tertentu atau  teori  atau
bahkan terhadap aturan rancangan yang telah ia desain sebelumnya.

Berkenaan dengan hal ini, OSCAR WILDE mengatakan: 'consistency is the last resort of the unimaginative would be a fitting epitaph for SAARINEN', sedangkan RUPERT SPADE menanggapi hal ini dengan: 'consistency may in SAARINEN  had' Sebagai contoh, karya-karyanya seperti The Bell Telephone Laboratories, The  Yale Dormitories dan Bandar Udara Trans World  Airlines yang dirancang pada periode waktu yang berdekatan (1958-1962), tetapi dalam pendekatannya  terhadap masalah-masalah tersebut tidak terlihat adanya  suatu kekonsistenan dalam desainnya. Menanggapi kritik ini,  KEVIN  ROCHE, seorang staff  desain SAARINEN dan merupakan orang yang paling dekat dengannya, mengatakan bahwa memang ketiga bangunan  tersebut dirancang pada periode yang relatif sama, dan  bagi SAARINEN hal itu merupakan sesuatu  yang masuk akal bila ketiganya didesain berbeda. Hal tersebut karena ketiga bangunan  ini dibangun di lokasi  yang berbeda,dibuat untuk klien yang berbeda, dengan menggunakan bahan material yang berbeda dan yang paling penting menurutnya fungsi ketiga bangunan ini berbeda pula, sehingga tak ada alasan ketiga bangunan itu harus serupa satu sama lainnya. Memang cukup wajar dan sangat  beralasan  KEVIN ROCHE berpendapat demikian, tetapi kekonsistenan adalah juga merupakan  hal  yang sangat diperlukan bagi seseorang perancang, berkaitan dengan pencarian jati dirinya.
Terlepas dari kekurangan konsistenan Eero  SAARINEN dalam  mengerjakan desainnya, sebenarnya yang menjadi pertanyaan adalah apakah yang telah la sumbangkan terhadap arsitektur modern? GEOFFREY BROADBENT dalam bukunya 'Design in Architecture" menyebutkan bahwa kita dapat meninjau kontribusi seorang arsitek terhadap dunia arsitektur dengan berbagai macam cara, antara lain:
  •   dengan melihat apa yang telah mereka desain dan bagaimana proses desain tersebut berlangsung
  •   melihat secara langsung apa yang mereka kerjakan
  • melihat arsiteknya itu sendiri.
Dalam hal  ini cara pertama, adalah yang memungkinkan kita untuk menilai kontribusi Eero SAARINEN  terhadap perkembangan arsitektur modern. Kontribusi SAARINEN yang paling awal adalah ketika ia merancang The Kresge Chapel dimana dalam hal ini ia berusaha membuka pandangan yang baik untuk dirinya maupun bagi kemajuan dunia arsitektur. Menurutnya, arsitektur bukanlah hanya semodel dengan
gaya International Style saja. la melakukan semacam  perlawanan, yaitu dengan berusaha mendesain sesuatu yang berbeda dengan yang sedang trend pada saat itu. Kontribusi kedua yang bisa kita ambil bahwa dalam  menjalankan proses perancangannya ia selalu berangkat dari yang paling awal, ia  selalu menggali
permasalahan secara spesifik sampai  ia  dapatkan inti permasalahannya untuk kemudian ia menentukan metoda - metoda penyelesaiannya. Dan yang  terakhir (ketiga)  adalah kemampuan  kreativitasnya dalam
memberikan nilai lebih pada bangunan yang dirancangnya.  

sumber ;  
Nurinayat Vinky Rahman.Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara

Heyer. Paul, 1966. Architect On Architecture .New York :Walker and Company.

Jencks, Charles, [and] Keswick, Maggie,1988. Architecture Today. London : Academy
edition.

Spade, Rupert, 1971.  Eero SAARINEN" (Master of Modern Architecture). London
:Themes and Hudson.

Hollingsworth, Hary,1988.  Architecture of the 20th  century. London : Bison Books
Ltd.

Gossel, Peter, [and] Leuthauser, Gabriele,1991. Architecture in the twentieth century
Koln : Benedikt Taschen Verlog GmbH, Hohenzollernring.


0 komentar:

Poskan Komentar